Sabtu, 16 November 2013

Teluk Penyu Bali indahnyaaaaaaaa

Teluk Penyu merupakan kawasan pantai di selatan Kabupaten Cilacap, utamanya sepanjang pesisir dari Kecamatan Cilacap Selatan yang lokasinya tidak langsung berhubungan dengan Samudera India atau Indonesia karena dikelilingi oleh Pulau Nusakambangan.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Pantai Teluk Penyu berjarak 2 Km ke arah timur dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi. Teluk ini cukup memiliki pemandangan yang indah dengan luas kira-kira 14 ha.
Area Teluk Penyu yang biasa dikunjungi oleh para pengunjung (utamanya penduduk dan wisatawan lokal) biasanya mulai dari pelabuhan perikanan Samudera dari hingga bibir pantai yang biasa disebut Areal 70 (merujuk kepada sebutan masyarakat sekitar terhadap kawasan tangki-tangki penimbunan bahan bakar dari PT Pertamina UP IV) dimana para wisatawan atau pengunjung bisa melihat langsung Pulau Nusakambangan dari bibir pantai.
Terdapat beraneka kerajinan kerang dan souvenir lainnya yang dijual di sepanjang koridor jalan masuk lokasi wisata ini. Kawasan wisata ini ramai dikunjungi pada waktu pagi dan sore hari oleh para penduduk Kota Cilacap sedangkan pada siang hari lebih banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal, utamanya pada masa-masa libur sekolah atau pada hari-hari besar/libur.

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Di sepanjang pantai yang tertata rapi, terutama dari arah pintu masuk area wisata Pantai Teluk Penyu, banyak berdiri kios-kios/warung yang menjajakan ikan asin kering serta ikan-ikan segar/basah yang siap langsung dibakar atau dimasak sesuai dengan keinginan pengunjung.

Liburan di Tawangmangu

Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten KaranganyarJawa Tengah. Kecamatan ini ternama karena merupakan daerah wisata yang sangat sejuk.
Tawangmangu dikenal sebagai obyek wisata pegunungan di lereng barat Gunung Lawu yang bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama sekitar satu jam dari Kota Surakarta (Solo). Tempat ini sejak masa kolonial Belanda telah menjadi tempat berwisata. Obyek tujuan wisata utama adalah air terjun Grojogan Sewu (tinggi 81 m). Di tempat tetirah ini tersedia berbagai sarana pendukung wisata seperti kolam renang dan berbagai bentuk penginapan. Dari Tawangmangu dapat dimulai pendakian ke puncak Gunung Lawu (Pos Cemorokandang). Selain itu, dari sini terdapat jalan tembus yang menuju ke Telaga Sarangan di Magetan lewat Cemorosewu.
Tawangmangu berada pada arel pegunungan yang subur dikelilingi oleh hutan dan perbukitan. Namun demikian kota kecil ini telah terkenal hingga ke manca negara karena kawasan ini merupakan obyek pariwisata yang cocok untuk dijadikan pilihan saat berlibur maupun berdarma wisata.
Selain udaranya yang sejuk, keindahan alam di sekitarnya tidak kalah menarik dengan kawasan lain di indonesia, terlebih lagi didaerah ini terkenal dengan produksi pertanian penghasil sayur mayur selain dari keberadaan obyek wisata Air Terjun Grojokan Sewu. Tawangmangu sendiri telah menjadi pilihan bagi orang-orang perkotaan untuk membangun villa-villa, maupun berinvestasi dengan mendirikan hotel-hotel & penginapan.
Untuk mendukung kemudahan dalam mengakses daerah ini, pemerintah telah mengusahakan perbaikan jalur transportasi dengan melakukan perawatan jalan dan pembangunan jalan baru lintas provinsi dari Tawangmangu sendiri yang berada di Jawa Tengah ke arah Magetan Jawa Timur. Dan sampai dengan saat proses pembangunan jalan masih terus berlangsung melewati perbukitan dan melintas di tengah-tengah lahan pertanian yang asri dengan pemandangan elok di kiri dan kanan sepanjang jalan baru ini. Selain pembangunan jalan, pemerintah juga telah melakukan Rebuilding secara total Pasar Tawangmangu yang tadinya berupa pasar tradisional yang kumuh, kini telah berupa bangunan megah Pasar Wisata, diharapkan dengan rehabilitasi pasar ini para wisatawan yang datang ke Tawangmangu dapat dengan mudah dan leluasa untuk berbelanja segala macam jenis oleh-oleh, maupun hasil bumi dengan lebih nyaman. Tempat ini sebenarnya cocok untuk belajar mengingat udaranya yang sejuk, namun sayang ditempat ini pendidikan formal yang tersedia hanya setingkat SMP, sehingga mengharuskan warganya yang ingin melanjutkan studi harus pindah ke tempat lain (migrasi), Hal ini tentu saja tidak baik bagi pengembangan SDM masyarakat Tawangmangu. Ada beberapa lokasi yang sering menjadi lokasi tujuan wisatawan domestic maupun mancanegara, baik yang ada di Kecamatan Tawangmangu sendiri maupun daerah lain di sekitarnya yang dekat dapat diakses dari Tawangmangu, yaitu :
  1. Grojogan Sewu
  2. Air Terjun Pringgodani
  3. Puncak Lawu
  4. Sentra Tanaman Hias (Desa Nglurah)
  5. Bumi perkemahan
  6. Flying Fox

lyric dan chord katty perry ROAR

Intro-
G..... Am-once
  

G
I used to bite my tongue and hold my breath
                            Am*        Em
Scared to rock the boat and make a mess
                          C       G
So I sit quietly, agree politely
I guess that I forgot I had a choice
                           Am*           Em 
I let you push me past the breaking point
                                   C
I stood for nothing, so I fell for everything


    G
You held me down, but I got up
                         Am*
Already brushing off the dust
    Em
You hear my voice, you hear that sound
                    C
Like thunder, gonna shake the ground
    G
You held me down, but I got up
                          Am*       
Get ready cause I've had enough
  Em                      C
I see it all, I see it now


                     G
I got the eye of the tiger, the fighter, 
Dancing through the fire
      Em                  C                     G
Cause I am a champion and you're gonna hear me roar
Louder, louder than a lion
      Em                  C                     G
Cause I am a champion and you're gonna hear me roar
                         Em
Oh oh oh..., Oh oh oh..., Oh oh oh...
C                     G ...stop
You're gonna hear me roar


G
 Now I'm floatin' like a butterfly
                      Am*              Em  
Stingin' like a bee I earned my stripes
                            C
I went from zero, to my own hero


    G
You held me down, but I got up
                         Am*
Already brushing off the dust
    Em
You hear my voice, you hear that sound
                    C
Like thunder, gonna shake the ground
    G
You held me down, but I got up
                          Am*       
Get ready cause I've had enough
  Em                      C
I see it all, I see it now


                     G
I got the eye of the tiger, the fighter, 
Dancing through the fire
      Em                  C                     G
Cause I am a champion and you're gonna hear me roar
Louder, louder than a lion
      Em                  C                     G
Cause I am a champion and you're gonna hear me roar
                         Em
Oh oh oh..., Oh oh oh..., Oh oh oh...
C                     G 
You're gonna hear me roar
                                              Em
Oh oh oh...,(Hey) Oh oh oh...,(You'll hear me roar) Oh oh oh...
C                    *G   *Am *Em  *D 
You're gonna hear me roar


(soft/muted slowly building) 
    D . . . . . .  DDDD.. -Mute
Roar, roar, roar, roar


                     G
I got the eye of the tiger, the fighter, 
Dancing through the fire
      Em                  C                     G
Cause I am a champion and you're gonna hear me roar
Louder, louder than a lion
      Em                  C                     G
Cause I am a champion and you're gonna hear me roar
                               Em
Oh oh oh..., Oh oh oh...,(Yeah) Oh oh oh...
C                     G
You're gonna hear me roar
                                         Em
Oh oh oh..., Oh oh oh...,(You'll hear me roar) Oh oh oh...
C                     G -once 
You're gonna hear me roar

Sosiologi Konflik Sosial


PENDAHULUAN

A.PENGERTIAN KONFLIK

    Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul(configere),secara lebih luas konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha bersaing  dengan cara menyingkirkan atau menghancurkan pihak lawan.Sebagai proses sosial konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa oleh individu yang terlibat dalam suatu interaksi.
      Konflik sosial dapat diartikan menjadii dua hal,yaitu:
1.Perspektif/sudut pandang yang menganggap konflik selalu ada dan mewarnai segenap aspek interaksi manusia dan struktur sosial ;
2.Konflik sosial merupakan pertikaian terbuka seperti perang,revolusi,pemogokan,dan gerakan perlawanan.
       Bentuk-bentuk konflik mmenurut Lewis A.Coser:
1.Konflik realistis adalah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntunan yang terdapat dalam hubungan sosial,misalnya adanya pemogokan buruh tmelawan majikanya ;
2.Konflik non realstis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonis melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan tegangan,misalnya upaya mencari kambing hitam yang sering terjadi dalam masyarakat atau balas dendam menggunakan ilmu ghoib.
      Faktor-faktor yang menyebabkan konflik:
1.Perbedaan individu
2.Perbedaan latar balakang kebudayaan
3.Perbedaan kepentingan
4.Perubahan nilai yang cepat
       Menurut Ursula Lehrn(1980)kemungkinan-kemungkinan yang dapat menimbulakan konflik antara lain:konflik dengan orang tau sendiri,konflik dengan anak-ank sendiri,konflik dengan sanak keluarga,konflik dengan orang lain,konflik antara suami dengan isteri,konflik disekolah,konflik dalam pemilihan pekerjaan,konflik agama,dan konflik pribadi.

1.Konflik Indonesia VS Malaysia
       Terdengar suatu yang biasa jika kita melihat kata dari judul diatas, entah karena ulah si Indonesia atau si Malaysia, namun sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya belum pernah merasakan suatu pemicu perang dingin yang dibuat oleh Indonesia, semua berasal dari Malaysia. Mulai dari perebutan ambalat, malaysia meng-klaim kesenian reog ponorogo sebagai kesenian asli malaysia, malaysia memasukkan tari pendet dalam iklan pariwisatanya, penganiayaan dan pembunuhan TKI, kasus manohara, dan pencurian sumber daya alam baik itu pulau maupun lautan merupakan penyebab konflik kedua negara ini. Penghadangan dinas kelautan yang baru kali ini terjadipun telah membuat panas hubungan kedua negara, ditambah lagi pelemparan tahi (kotoran manusia) ke gedung Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.
        Merupakan topik yang panas di forum-forum yakni perdebatan antara warga Indonesia dengan warga Malaysia, mereka saling ejek mengejek menjunjung tinggi negaranya masing-masing. Beberapa ejekan yang sangat menyayat hari adalah ditemukannya blog asal Malaysia yang menghina secara dalam warga Indonesia. Blog ini saya temukan di blognya mas Bunglon yang beralamatkan di :http://indonbodoh.blogspot.com
        Saya harap seluruh blogger maupun warga Indonesia khususnya untuk mengunjungi dan membaca seluruh tulisan yang ada dalam blog tersebut. Saya pribadi sama sekali tidak terima dengan semua kata-kata yang ada didalamnya. Dalam chatting dengan warga Malaysia, teman saya pernah diejek bahwasanya “Indonesia adalah warga buruh dan akan menjadi buruh untuk selama-lamanya”  Para warga di Kalimantan utara merasa bahwa mereka dianak tirikan dan tidak diperhatikan oleh pemerintah Indonesia sehingga kebanyakan mereka menyekolahkan anaknya dan berbelanja kebutuhan sehari-hari di negara tetangga. Mereka berjanji tidak akan pernah ikut pemilu untuk selama-lamanya karena siapapun pemimpin yang mereka pilih tidak pernah peduli akan kemakmuran rakyat di daerah tersebut. Siapa yang salah kali ini?     Saya tidak ingin memperpanas suatu keadaan yang sudah panas karena saya bukanlah orang yang bijak. Saya hanya ingin mengajak kedua belah pihak untuk berpikir.  Kita ini manusia diciptakan lengkap dengan akal dan pikiran, bisakah kita menghargai Negara lain, kita sama-sama hidup di dunia ini dan kita bukanlah zat yang terkuat di dunia ini. Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan perang dan perang, adu senjata, bunuh membunuh, menyiksa satu sama lain ataupun salah satu pihak masih banyak cara yang mulia yang dapat kita gunakan. Gunakanlah Otakmu!
        Sesuatu yang patut dipertimbangkan bagi kedua belah pihak adalah :1.Setiap perselisihan antar negara hendaknya diupayakan dengan jalan negosiasi; 2.Bila negosiasi bilateral menjadi buntu, maka perlu dilibatkan pihak ketiga, apakah itu PBB, negara perantara, dsb; 3.Perlunya kekuatan militer yang signifikan agar menjadi daya penggetar bagi negara tetangga maupun negara manapun untuk tidak memulai konflik dengan negara kita.“Hanya sebuah opini”
Sumber gambar : http://deka.web.id
2.Contoh Konflik Antar Individu
       Kali ini saya akan menulis blog tentang konflik,dan contoh konflik yang angkat kali ini yaitu tentang konflik antar individu. Dahulu..dilingkungan saya,saya mempunyai 2 orang teman sebut saja dia si “A” dan si “J”.Si A tinggal di depan rumah saya dan si J tinggal di sekitar 50 meter dari rumah saya.Sebenernya kali ini saya tidak akan menceritakan konflik antara kedua anak ini tetapi saya akan menceritakan konflik antara kedua orang tuanya! Hahaha.Mengapa kedua jadi orang tuanya yang ribut? Penasaran kan sama ceritanya? Berikut ini adalah ceritanya : Sudah sering kali saya mendengar keributan di depan rumah saya,dan orangnya pasti dia-dia lagi(orang tua si A dan J).Akan tetapi,saya tidak akan menceritakan konflik semuanya dan saya akan mengambil salah satu saja. “Cerita ini saya ambil sekitar 5 tahun yang lalu.Pada saat itu saya dan teman-teman saya akan membuat kostum futsal ,dan kebetulan sekali yang memegang uangnya itu si A.Dan hari demi hari berlalu sampai 1 bulan lamanya baju itu tidak kunjung jadi .Saya pun bersama teman teman saya yang lain mencoba bersabar dan tidak berpikiran yang macam terhadap si A.Akan tetapi si J tiba-tiba mengeluarkan suatu pendapat yang sangat pedas bahwa kata dia duit baju tersebut mungkin di pake untuk keperluan pribadi dan tidak di setorkan ke tempat konveksi.Singkat cerita pendapat si J itu benar dan terbukti bahwa duit baju tersebut tidak disetorkan ke tempat konveksi.Saya dan teman-teman saya yang lain pun kesal dan segera meminta duit itu kembali,tetapi duit itu pun tidak segera di pulangkan sampai berbulan-bulan.Nah,selang beberapa hari kemudian pas saya habis pulang sekolah saya mendengar ada keributan di depan rumah saya,dan saya pun penasaran dan langsung ke TKP! Dan pas saya tanya ke tetangga saya yang lain bahwa keributan ini dipicu oleh karena sang ibunda si J tidak terima kalo duit baju anaknya diselundupkan untuk keperluan pribadi si A” Cara Penyelesaiannya : Akhirnya, masalah konflik kedua orang tua si A dan si Jdapat diselesaikan oleh RT setempat dengan cara menasehati kedua pihak tersebut dan memberikan jalan keluar yang terbaik.Dan sekarang pun si A sudah tidak tinggal di lingkungan saya lagi. Sekian sampai disini aja yah ceritanya,mau tau cerita-cerita yang lain? Tanya aja langsug sama sayanya! hihihi
3.KONFLIK AHMADIYAH DI INDONESIA
          Peristiwa yang baru terjadi adalah konflik antara umat Ahmadiyah sebagai salah satu bentuk aliran/ ajaran agama baru dengan umat muslim Indonesia. Yang berakibat besar pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Ahmadiyyah atau sering juga ditulis dengan Ahmadiyah, merupakan salah satu gerakan Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908). Ajaran ini lahir pada tahun 1889 disebuah kota kecil yang bernama Qadian di Negara bagian Punjab, India.    Para pengikut Ahmadiyah yang disebut dengan Ahamadi atau Muslim Ahmadi, terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama ialah “Ahmadiyah Muslim Jamaat” (jamaat Qadian). Pengikut kelompok ini di Indonesia membentuk organisasi bernama Jamaat Ahmadiyah Indonesia, yang berbadan hukum sejak 1953 (SK Menteri Kehakiman RI No. JA 5/23/13 Tgl. 13-3-1953). Kelompok kedua ialah “Ahmadiyah Anjuman Isha'at-e-Islam Lahore" (Ahmadiyah Lahore). Pengikut kelompok ini di Indonesia membentuk organisasi bernama Gerakan Ahmadiyah Indonesia yang berbadan hukum Nomor I x tanggal 30 April 1930. Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah satu organisasi keagamaan internasional yang telah tersebar ke lebih dari 185 negara di dunia. Pergerakan Jemaat Ahmadiyah dalam Islam adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasional yang memiliki cabang di 174 negara tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia dan Eropa. Saat ini jumlah keanggotaannya di seluruh dunia lebih dari 150 juta orang.     Ajaran Ahmadiyah telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1925 di mulai dari provinsi Sumatra Utara. Yaitu adanya pemuda muslim Indonesia yang menuntut ilmu di India, tepatnya di daerah di mana ajaran Ahmadiyah berkembang. Dengan adanya hal tersebut, banyak pemuda Indonesia yang di ajak bergabung dan ikut ke dalam ajaran tersebut. Namun, sejak tahun 1980 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah adalah sesat. Dan ditegaskan kembali pada tahun 2005 oleh MUI bahwa “ ajaran Ahmadiyah baik golongan Qodiyani maupun Lohore keluar dari ajaran Islam, sebagai ajaran sesat dan menyesatkan”.          Hal ini terjadi karena ajaran Ahmadiyah tersebut memiliki bentuk ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran yang terkandung dalam Al-Quran. Yaitu adanya pengakuan Mirza Ghulam Ahmad  sebagai seorang mujaddid (pembaharu) dan seorang nabi yang tidak membawa syariat baru. Mengimani bahwa “Tadzkirah” yang merupakan kumpulan sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad adalah kitab sucinya dan berkedudukan sederajat dengan Al-Quran sebagai kitab suci dari nabi Muhammad SAW. Dan mengimani bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat suci sebagaimana Mekah dan Madinah. Serta bentuk-bentuk ajaran lainnya yang sangat bertentangan dengan ajaran yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran.      Pertentangan pun terjadi antara umat muslim (islam) dengan umat jemaat Ahmadiyah. Pelarangan dan pemutusan secara hukum terhadap ajaran Ahmadiyah tidak menjadikan para penganut ajaran Ahmadiyah tersebut menghentikan kegiatan ajaran keagamaan, namun menghiraukan saja kondisi tersebut. Hingga pada akhirnya sering terjadi konflik dan pertikaian antara umat muslim Indonesia yang tergabung dalam front pembela islam Indonesia dengan jemaat Ahmadiyah. Pengrusakan, penghancuran, penganiayaan, perampasan segala bentuk benda dalam kegiatan peribadatan sering kali terjadi. Sampai terjadinya pertumpahan darah didalam konflik tersebut, baik dari pihak Ahmadiyah sebagai pemicu konflik dan juga pihak muslim Indonesia. Ketegangan-ketegangan terus terjadi Karena umat Ahmadiyah tetap saja bersikukuh terhadap pendiriannya, yaitu tetap menjalankan kegiatan keagamaan di dalam masyarakat. Meskipun berdasarkan atas nama Pemerintah Indonesia, Menteri Agama, Menteri Luar Negeri, dan Jaksa Agung Indonesia pada tanggal 9 Juni 2008 telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama, yang memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang bertentangan dengan islam, dan merujuk para umat jemaat Ahmadiyah untuk kembali ke dalam ajaran Islam yang hakiki dan sejati.  Namun, segala bentuk konflik yang terjadi antar umat beragama dapat dicegah dan dihentikan. Yaitu adanya pembinaan baik organisasi dan masyarakatnya agar siap menerima perbedaan dan tidak memaksakan keyakinan. Selalu melakukan menyelesaikan konflik ketegangan dengan jalur hukum secara tuntas. Mengoptimalisasikan SKB (Surat Keputusan Bersama) dengan membuatkan Undang-Undang baru terkait bentuk ajaran-ajaran baru (Ahmadiyah) atau aliran sesat yang kerap kali menjadi pemicu konflik. Dan membuat dialog-dialog untuk kepentingan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang bagi kerukaunan beragama. Diutamakan dialog yang difasilitasi oleh pemerintah. Dan dengan kesadaran pribadi tidak melakukan tindakan anarkis terhadap sesama dan mematuhi setiap keputusan hukum yang keluarkan oleh pemerintah berkaitan
 dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
http://ukm-pp.blogspot.com/2011/02/konflik-ahmadiyah-di-indonesia.html




     4.Pembunuhan Reffi Efek Persaingan
        Pembunuhan terhadap sesama anggota keluarga, dalam hal ini saudara sekandung, merupakan efek dari sibling rivalry atau persaingan dan pertikaian saudara kandung.    Komunikasi antara orang tua dan anak-anaknya menjadi cara ampuh untuk menghindari konflik saudara sekandung. Kasus pembunuhan yang dilakukan VNE, 20, terhadap Reffi Naldo, 13, adik kandungnya, Senin (6/2) malam lalu,merupakan salah satu contoh terjadinya persaingan serta pertikaian saudara sekandung. Psikolog forensik dari Universitas Bina Nusantara Reza Indragiri Amriel menjelaskan, pada dasarnya setiap keluarga yang memiliki anak lebih dari satu memang sangat lazim terjadi sibling rivalry. Peran orang tua dalam mendidik dan mencegah konflik sangatlah penting. Caranya tentu saja dengan menjalin komunikasi antara orang tua dan anak-anaknya. ”Anak-anak akan mampu memecahkan masalah dengan akal sehat, bila orang tua selalu menjalin komunikasi,” tukasnya. Komunikasi yang baik diyakini akan menjadi daya tangkal terhadap sikap agresivitas seseorang yang mengarah pada timbulnya kekerasan. Untuk kasus pembunuhan Reffi , Reza menilai tidak lengkapnya keberadaan orang tua korban dan pelaku menjadi satu masalah lain dan berpengaruh terhadap tumbuh- kembang anak. Namun, hal ini sebenarnya dapat dicegah dengan lingkungan yang baik. ”Usia sang kakak masih 20 tahun, dalam usia ini tingkat emosi sangat labil,” ujarnya. Ketidaklengkapan orang tua dan tingkat emosi yang labil, seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari orang tua serta lingkungan mereka tinggal. Reza menegaskan, kasuskasus pembunuhan dalam keluarga memang bermula dari lingkungan yang memang kurang sehat. Sementara itu,Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh menuturkan, kasus kekerasan terhadap anak atas dasar apa pun,apalagi hingga menyebabkan kematian, tidak bisa ditoleransi. Meskipun sang kakak yang membunuhnya, pertanggungjawaban hukum atas tindak pidananya harus dilakukan. “Kasus pembunuhan yang terjadi itu, sebenarnya adalah puncak dari salahnya pendidikan keluarga dan lingkungan,” tegasnya. Kondisi seseorang dinilainya merupakan buah dari pengasuhan keluarga dan lingkungan yang kurang sehat.Bila dalam keluarga memang tidak sanggup tanggung jawab, keluarga terdekat dan lingkungan harus berpartisipasi dalam mengawasi dan memberikan pelajaran. Asrorun berharap ke depan perlu ada kesadaran bahwa institusi keluarga merupakan benteng terkuat untuk memberikan hak-hak anak.Di bagian lain,VNE mendatangi rumah sekaligus lokasi kejadian pembunuhan di Jalan H Jian RT 4/7,Cipete Utara,Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Kamis (9/2) malam. Dikawal dua polisi wanita, VNE yang mengenakan kaus putih dan celana panjang hitam datang sesaat sebelum acara tahlilan digelar keluarganya. VNE bergegas ke lantai dua menuju kamar untuk mengambil sejumlah pakaian. “Dia datang meminta maaf kepada saya,karena telah pembunuh adiknya,” ujar Asih, nenek korban dan tersangka.Menurutnya, sejak 2002 lalu setelah sang ibu meninggal dunia, dirinya meminta kedua cucunya itu untuk tinggal bersama. Wanita berusia 65 tahun ini tidak bisa menutupi kesedihannya ditinggal Reffi yang sejak usia empat tahun telah dirawatnya. Bahkan,Asih merupakan orang yang mengantar Reffi saat pertama duduk di bangku SD. Ketika duduk di bangku kelas empat SD, Reffi enggan untuk kembali melanjutkan sekolah lantaran malu tidak naik kelas. ”Saya tidak menyangka bila VNE yang membunuh adiknya.Keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” ujarnya. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan menjelaskan, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan VNE di Polda Metro Jaya. AKBP Budi Irawan belum dapat memastikan kapan jadwal pemeriksaan itu dilakukan, bergantung kesiapan penyidik. Terkait pendalaman motif pembunuhan tersebut, AKBP Budi Irawan menyebutkan motifnya masih karena dendam diejek sang adik ketika berebut kaus kaki. “Seandainya ada helmi syarif _motif lain, kami masih menyelidiki,” terangnya.
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/468514/34/http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/468514/34/v
5.Penusukan Pendeta Bukan Konflik Agama
      Insiden tentang Pendeta ditusuk yang beredar baru-baru saja ini bukan merupakan konflik agama. Dijelaskan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Timur Pradopo mengatakan peristiwa penusukan pendeta Hasean Lombantoruan merupakan aksi kriminal murni. Polisi juga sudah berhasil menangkap dua dari delapan pelaku yang melakukan aksi penyerangan terhadap pendeta HKBP tersebut.
      Penusukan Pendeta Seperti yang diberitakan sebelumnya, penusukan terhadap Pdt Sihombing terjadi saat ia sedang berjalan kaki ketika hendak memimpin ibadah di HKBP Ciketing, Bekasi. Beberapa saat sebelum tiba di gereja, pengendara sepeda motor datang dan menusuk perut kanan Sihombing.
      Jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bekasi menjadi korban penusukan oleh orang yang tidak dikenal di daerah Ciketing Mustika Jaya, Bekasi. Usai penusukan, para pelaku yang menggunakan motor langsung melarikan diri. Namun, dua pelaku berhasil ditangkap.
      6.KONFLIK POSO
      Ada fakta sejarah yg sangat menarik bahwa gerakan kerusuhan yg dimotori oleh umat Kristen di mulai pada awal Nopember 1998 di Ketapang Jakarta Pusat dan pertengahan Nopember 1998 di Kupang Nusa Tenggara Timur kemudian disusul dgn peristiwa penyerengan umat Kristen terhadap umat Islam di Wailete Ambon pada tanggal 13 Desember 1998. Dan 2500 massa Kristen di bawah pimpinan Herman Parino dgn bersenjata tajam dan panah meneror umat Islam di Kota Poso Sulawesi Tengah pada tanggal 28 Desember 1998. Apakah peristiwa ini realisasi dari pidato Jendral Leonardo Benny Murdani di Singapura dan ceramah Mayjend. Theo Syafei di Kupang Nusa Tenggara Timur? Tetapi yg jelas Presiden B.J. Habibie yg menurut L.B. Murdani lbh berbahaya dari gabungan Khomaeni Saddam Husein dan Khadafi baru berkuasa 6 bulan saja sehingga perlu digoyang dan kalau perlu dijatuhkan. Apabila fakta-fakta ini dikembangkan dgn lepasnya Timor-Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka serta tulisan Huntington 1992 setelah Uni Sovyet yg menyatakan bahwa musuh yg paling berbahaya bagi Barat sekarang adl adalah umat Islam; dan tulisan Jhon Naisbit dalam bukunya Megatrend yg menyatakan bahwa Indonesia akan terpecah belah menjadi 28 negara kecil-kecil; maka dapat disimpulkan bahwa peristiwa kerusuhan-kerusuhan tersebut adl suatu rekayasa Barat-Kristen utk menghancurkan umat Islam Indonesia penduduk mayoritas mutlak negeri ini. Kehancuran umat Islam Indonesia berarti kehancuran bangsa Indonesia dan kehancuran bangsa Indonesia berarti kehancuran/kemusnahan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Oleh krn itu penyelesaian kerusuhan/konflik Indonesia khususnya Poso tidak sesederhana sebagaimana yg ditempuh oleh Pemerintah RI selama ini sehingga tiga tahun konflik itu berlangsung tidak menunjukkan tanda-tanda selesai malah memendam “bara api dalam sekam”. Hal ini bukan saja ada strategi global di mana kekuatan asing turut bermain tetapi ada juga ikatan agama yg sangat emosional turut berperan. Sebab agama menurut Prof. Tilich “Problem of ultimate Concern” sehingga tiap orang pasti terlibat di mana obyektifitas dan kejujuran sulit dapat diharapkan. Karenanya penyelesaian konflik Poso dgn dialog dan rekonsiliasi bukan saja tidak menyelesaikan konflik tersebut sebagaimana pernah ditempuh tetapi malah memberi peluang kepada masing-masing pihak yg berseteru utk konsolidasi kemudian meledak kembali konflik tersebut dalam skala yg lbh luas dan sadis. Konflik yg dilandasi kepentingan agama ditambah racun dari luar apabila diselesaikan melalui rekonsiliasi seperti kata pribahasa bagaikan membiarkan “bara dalam sekam” yg secara diam-diam tetapi pasti membakar sekam tersebut habis musnah menjadi abu.   Pada tanggal 28 Desember 1998 Herman Parino membawa jemaahnya sebanyak 1.000 orang utk memasuki Kota Poso tetapi dicegah oleh Polisi Brimob akibatnya mereka berpencar di luar Kota Poso sebagian dari jemaat gereja meyerang Ummat Islam di desa Buyung Katedo Kecamatan Lage Poso Kabupaten Poso. Penyerangan ini membunuh warga Muslim dan membakar rumah-rumah orang-orang Islam. Jemaat gereja yg masih berkeliaran di luar Kota Poso merasa belum puas terhadap penyerangan desa Buyung Katedo pada tanggal 27 Mei 2000 maka mereka menyerang kembali umat Islam di desa tersebut pada tanggal 3 Juli 2000 dgn jalan membunuh dgn sadis anak-anak wanita-wanita dan orang-orang tua sebanyak 14 orang. Kemudian membakar masjid dan rumah-rumah yg masih tersisa.  Dalam peningkatan konsolidasi umat Kristen Gereja Kristen Sulawesi Tengah membentuk Crisis Centre GKST dipimpin oleh Pendeta Renaldy Damanik. Tidak lama setelah Crisis Centre berdiri maka umat Kristen menyerang Pondok Pesantren Walisongo di desa Sintuwu Lemba Poso dgn membantai umat Islam dan membakar pondok Pesantren tersebut.          Pada tanggal 6 Agustus 2001 171 orang delegasi Pendeta Kristen yg tergabung dalam Gereja Kristen Sulawesi Tengah mendatangi Pemerintah Daerah Kabupatan Poso utk menuntut supaya Kabupaten Poso dibagi dua 50 % utk umat Kristen dan 50 % utk ummat Islam.                  Sesuai dgn janji umat Kristen bahwa ummat Islam boleh kembali de daerah-daerah yg dikuasai umat Kristen seperti kecamatan Tentena Poso dgn aman dan selamat; maka Drs. Hanafi Manganti pulang ke daerah Tentena ternyata ia dibunuh dgn sadis; dan bersamanya terbunuh pula seorang wanita muslimah. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 6 Agustus 2001.         Pada tanggal 20 Agustus 2001 umat Islam yg sedang memetik cengkeh di kebunnya di desa Lemoro Kecamatan Tojo Kabupaten Poso diserang oleh 50-60 orang umat Kristen yg berpakaian hitam-hitam membunuh dua orang Muslim dan mengobrak-abrik rumah-rumah orang Islam. Pengungsi Laporan US Comitte of Refugees tentang Indonesia yg diterbitkan Januari 2001 menyebutkan dalam kerusuhan/konflik Poso yg terjadi selama tiga tahun belakangan ini pihak Muslim telah menderita secara tidak seimbang. Dalam laporan itu disebutkan jumlah pengungsi akibat konflik Poso kini sebanyak hampir 80.000 orang dan diperkirakan 60.000 orang adl Muslim.          Para pengungsi ini hidup menderita tanpa kejelasan masa depan mereka; dan mereka kehilangan hak-haknya berupa tanah kebun coklat cengkih kopra rumah harta benda bahkan nyawa sanak-saudaranya. Bantuan makanan obat-obatan sangat terbatas sehingga penyakit senantiasa menghantui mereka. Bantuan hukum umtuk meminta keadilan praktis tidak ada. Bahkan nyawa mereka terancam tiap saat karena diserang pasukan kelelawar Merah .
7.TRAGEDI AMBON-MALUKU BERDARAH
     Tragedi berdarah di Ambon dan sekitarnya bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum peristiwa Iedul Fithri 1419H berdarah, tercatat beberapa peristiwa penting yang dianggap sebagai pra-kondisi, bahkan jauh ke belakang pada tahun 1995. Beberapa peristiwa itu (sebagian) adalah sebagai berikut.1)
     15 Juni 1995: Desa berpenduduk Islam, Kelang Asaude (Pulau Manipa), diserang warga Kristen Desa Tomalahu Timur, pada waktu Shubuh. Penyerangan dikoordinasikan oleh empat orang yang nama-namanya dicatat oleh MUI.
     21 Pebruari 1996 (Hari Raya Iedul Fithri) : Desa Kelang Asaude diserang lagi. Serangan dilakukan oleh warga Tomahalu Timur dengan menggunakan batu dan panah. Tiga hari sebelumnya, serombongan orang yang dipimpin oleh sersan (namanya tercatat) datang ke Desa Asaude, menangkap raja (kepala desa) berikut istri dan anak-anaknya. Mereka menggeledah isi rumah dan menginjak-injak peralatan keagamaan.
     18 Nopember 1998: Korem 174 Pattimura didemo. Sejumlah besar mahasiswa Unpatti (Universitas Pattimura) dan UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku), yang dimotori oleh organisasi pemuda dan mahasiswanya menghujat Danrem Kolonel Hikayat. Demonstrasi berlangsung dua hari. Mereka membakar beberapa mobil keamanan, melukai tukang becak, dan merusak serta melempari kaca kantor PLN Cabang Ambon. Jatuh korban luka-luka, baik di pihak mahasiswa maupun kalangan ABRI.               Beberapa bulan sebelumnya, berlangsung desas-desus dan teror. Isu pengusiran orang-orang Bugis-Buton-Makassar (BBM) sudah beredar di tengah masyarakat yang membuat gelisah banyak orang. Mereka kurang bisa membedakan suku Bugis dan Makassar. Kedua suku ini sebenarnya adalah satu. Orang-orang Muslim suku lain (non-Maluku) juga diisukan untuk diusir. Produksi pesanan senjata tajam ditengarai sangat tinggi. Pesanan dilakukan oleh kelompok tertentu.                  Isu pengusiran BBM memang berbau SARA, terutama yang menangkut suku dan agama. Entah bagaimana awalnya dari dalam Gereja. yang tepat, isu BBM bertiup dengan kencang dari kalangan Kristen, bahkan kabarnya disuarakan oleh Gereja.
     Menjelang akhir Nopember 1998: Sekitar 200 preman Ambon dari Jakarta, yang bekerja sebagai penjaga keamanan tempat judi pulang kampung. Merekalah yang memulai bentrok dengan penduduk Ketapang (Jakarta). Karena umat Islam Jakarta marah, mereka dikepung. Beberapa darinya tewas. Sejumlah besar yang lain diminta masyarakat agar dievakuasi oleh aparat keamanan. Sebagian dari mereka - sekitar 200 orang - inilah yang pulang ke Ambon.

8.Tragedi Semanggi
    Korban tragedi semanggi I
    Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka - luka.
    Pada bulan November 1998 pemerintahan transisi Indonesia mengadakan Sidang Istimewa untuk menentukan Pemilu berikutnya dan membahas agenda-agenda pemerintahan yang akan dilakukan. Mahasiswa bergolak kembali karena mereka tidak mengakui pemerintahan B. J. Habibie dan tidak percaya dengan para anggota DPR/MPR Orde Baru. Mereka juga mendesak untuk menyingkirkan militer dari politik serta pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru.
     Masyarakat dan mahasiswa menolak Sidang Istimewa 1998 dan juga menentang dwifungsi ABRI/TNI. Sepanjang diadakannya Sidang Istimewa itu masyarakat bergabung dengan mahasiswa setiap hari melakukan demonstrasi ke jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Peristiwa ini mendapat perhatian sangat besar dari seluruh Indonesia dan dunia internasional. Hampir seluruh sekolah dan universitas di Jakarta, tempat diadakannya Sidang Istimewa tersebut, diliburkan untuk mencegah mahasiswa berkumpul. Apapun yang dilakukan oleh mahasiswa mendapat perhatian ekstra ketat dari pimpinan universitas masing-masing karena mereka di bawah tekanan aparat yang tidak menghendaki aksi mahasiswa.
9.Papua Konflik
    Konflik Papua adalah etnis separatis pemberontakan di Indonesia , terutama di Papua dan Papua Barat provinsi di Pulau Nugini . Sejak penarikan penjajah Belanda pada tahun 1963, Pejuang Papua Merdeka (OPM) organisasi telah melakukan kampanye tingkat rendah serangan terhadap pos-pos pemerintah, bisnis, dan warga sipil. OPM pendukung telah melakukan protes dan berbagai upacara pengibaran bendera untuk kemerdekaan atau federasi dengan Papua Nugini , dan menuduh pemerintah Indonesia kekerasan sembarangan dan menekan kebebasan mereka berekspresi.Pada bulan Desember 1949, pada akhir dari Revolusi Nasional Indonesia , maka Belanda sepakat untuk mengakui kedaulatan Indonesia atas wilayah bekas Hindia Belanda , dengan pengecualian Barat New Guinea , dimana Belanda terus terus sebagai Nugini Belanda . Pemerintah Indonesia nasionalis berpendapat bahwa itu adalah negara penerus untuk seluruh Hindia Belanda dan ingin mengakhiri kehadiran kolonial Belanda di Nusantara. Belanda berpendapat bahwa orang Papua adalah etnis yang berbeda  dan bahwa Belanda akan terus mengelola wilayah sampai mampu menentukan nasib sendiri. Dari 1950 tentang Belanda dan kekuatan Barat sepakat bahwa orang Papua harus diberikan negara merdeka, namun karena pertimbangan global, terutama pemerintahan Kennedy keprihatinan untuk menjaga Indonesia di situs mereka dari Perang Dingin , Amerika Serikat menekan Belanda untuk mengorbankan kemerdekaan Papua dan mentransfer negeri ke Indonesia.   Pada tahun 1962, Belanda sepakat untuk melepaskan wilayah itu untuk sementara PBB administrasi , menandatangani apa yang disebut New York Agreement , yang termasuk ketentuan bahwa plebisit akan dilakukan sebelum 1969. Militer Indonesia diselenggarakan pemungutan suara ini, yang disebut Act of Free Choice pada tahun 1969 untuk menentukan pandangan penduduk di Papua dan masa depan Papua Barat, hasilnya adalah mendukung integrasi ke Indonesia . Dalam melanggar Perjanjian antara Indonesia dan Belanda, pemungutan suara itu mengacungkan tangan di hadapan militer Indonesia, dan hanya melibatkan 1025 orang, jauh lebih sedikit dari 1% dari mereka yang seharusnya berhak memilih. Keabsahan suara tersebut maka dibantah oleh aktivis kemerdekaan, yang melancarkan kampanye protes kekerasan terhadap pemerintah di Papua dan Papua Barat.   Para pemberontak prinsip organisasi, Gerakan Papua Merdeka (OPM), telah dituduh pelanggaran hak asasi manusia seperti penyanderaan, eksekusi , dan sabotase. [6] , sementara pemerintah Indonesia dituduh pelanggaran HAM, seperti serangan pada OPM-simpatik warga sipil dan orang-orang memenjarakan yang mengangkat OPM bendera Bintang Kejora untuk pengkhianatan . [12] Perkiraan resmi adalah bahwa 150.000 orang Papua (lebih dari 1% dari populasi) dibunuh oleh militer antara tahun 1963 dan 1983 saja [4] .   Melalui program transmigrasi , yang sejak tahun 1969 termasuk migrasi ke Papua, sekitar setengah dari 2,4 juta penduduk Indonesia Papua lahir di Jawa . [4] masyarakat seperti migran sering menjadi sasaran serangan OPM, meskipun perkawinan meningkat dan keturunan transmigran telah datang untuk melihat diri mereka sebagai "Papua" atas kelompok etnis orang tua mereka.         Pada tahun 2010, 13.500 pengungsi Papua tinggal di pengasingan di negara merdeka tetangga Papua Nugini (PNG) [4] , dan kadang-kadang tumpahan memperebutkan perbatasan. Sebagai hasilnya, Papua Nugini Angkatan Pertahanan telah membentuk patroli di sepanjang perbatasan barat PNG untuk mencegah infiltrasi oleh OPM. Selain itu, pemerintah PNG telah mengusir penduduk "pelintas batas" dan membuat janji ada aktivitas anti-Indonesia kondisi untuk tinggal migran di PNG. Sejak akhir tahun 1970, OPM telah membuat ancaman balasan terhadap proyek bisnis PNG dan politisi untuk operasi PNGDF melawan OPM. [14] PNGDF telah melakukan kerjasama patroli perbatasan dengan Indonesia sejak 1980-an, meskipun operasi PNGDF terhadap OPM adalah " paralel "/
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Papua_conflict
10.Konflik Sosial di Maluku
    Rekonsiliasi dari Pasar Transaksi
    PERISTIWA peledakan bom untuk ketigakalinya di lokasi transaksi di Jalan Dr Tamela, Pohon Puleh - Ambon, tidak menggoyahkan niat Jamal, 38 tahun, dan kawan-kawannya untuk tetap berjualan di kawasan itu. Bom ketiga yang meledak di sebuah kios, meminta dua korban jiwa dan belasan lainnya luka-luka. Teror demi teror itu tidak menyurutkan nyali Jamal, pedagang sepatu dan pakaian, tetap berjualan. Namun, tak lama kemudian Wali Kota Ambon MJ Papilaja mengeluarkan larangan bagi pedagang berjualan di situ. Larangan itulah yang mencegah Jamal dan kawan-kawannya terus berjualan di lokasi tersebut.
     Penghidupan yang baru saja dimulai, kini direnggut sudah. Omzet dagangannya bisa mencapai Rp 300.000 sehari. Sekarang nol besar. Di antara bangku-bangku kosong yang masih berjajar di atas trotoar mereka hanya duduk-duduk menunggu nasib. Hanya segelintir pedagang saja yang masih nekad menggelar dagangannya.
"Soal bom bagi kita biasa saja. Kita tidak berbuat. Kita datang hanya untuk cari hidup. Tempat ini juga bukan hanya transaksi tapi di sini kita bisa bertemu saudara dan teman-teman, baik Muslim maupun Kristen. Mertua saya Nasrani. Saya baru-baru ini saja bisa bertemu mertua saya, di sini, setelah hampir tiga tahun tidak bisa bertemu," tutur Jamal.
    John Edward, 60 tahun, penjual cermin dan alat-alat rumah tangga lainnya, melontarkan pendapat yang sama. "Kami berjualan di sini tidak mencari musuh. Cari hidup. Cari makan. Kalau soal bom, lapor saja pada aparat," ujarnya.
    Papilaja mengemukakan, larangan berjualan di lokasi transaksi itu terpaksa dikeluarkan karena situasi keamanan tidak memungkinkan. Di situ anak-anak sekolah, mahasiswa, angkutan kota, dan penjual berbaur sehingga aparat susah mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan. Menurut Papilaja, para pedagang sudah sepakat untuk pindah di ruas Jalan Latuhmahina yang diapit dua pos keamanan. "Mereka sudah membuat komitmen untuk pindah," ujarnya.
 11.Konflik Sampit
    Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura.[1] Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak.[2] Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal.[3] Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak.
    Latar belakang
    Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.[5] Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.[6] Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah.[3] Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan.[3]
    Ada sejumlah cerita yang menjelaskan insiden kerusuhan tahun 2001. Satu versi mengklaim bahwa ini disebabkan oleh serangan pembakaran sebuah rumah Dayak. Rumor mengatakan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh warga Madura dan kemudian sekelompok anggota suku Dayak mulai membakar rumah-rumah di permukiman Madura.[5]
    Profesor Usop dari Asosiasi Masyarakat Dayak mengklaim bahwa pembantaian oleh suku Dayak dilakukan demi mempertahankan diri setelah beberapa anggota mereka diserang.[7] Selain itu, juga dikatakan bahwa seorang warga Dayak disiksa dan dibunuh oleh sekelompok warga Madura setelah sengketa judi di desa Kerengpangi pada 17 Desember 2000.[8]
    Versi lain mengklaim bahwa konflik ini berawal dari percekcokan antara murid dari berbagai ras di sekolah yang sama.[9]
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Sampit

12.Inilah Kronologis Kasus Mesuji, Sumsel Versi Warga
    Kasus dugaan pembunuhan warga Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan masih menjadi kontroversi. Ini merupakan ujung dari masalah konflik sengketa tanah adat yang tak kunjung diselesaikan pemerintah. Bagaimana kronologis kasus ini? Unggul, Wakil Masyarakat Desa Sodong Mesuji Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan memaparkannya dalam perbincangan berikut ini.
    Apa sebenarnya yang terjadi konflik atau sengketa lahan di Sodong sana?Jadi masyarakat ini menuntut daripada berawal perjanjian pembangunan plasma. Plasma yang pada tahun 1997, itu pernah ada perjanjian pihak masyarakat dengan PT. Treekreasi Margamulya itu dibangun plasma desa, lalu saat itu diserahkanlah 534 surat keterangan tanggal 6 April 1997. Lalu setelah diberikan itu, dijanjikanlah pembangunan plasma desa, pada tanggal 1 Juni 1997 dibuatlah peserta plasma desa melalui KKPA-nya koperasi Makarti Jaya Desa Suka Mukti. Karena di Desa Sungai Sodong itu belum ada koperasi saat itu, daftar peserta KKPA anggota plasma Sungai Sodong itu sudah ditandatangani oleh kepala desa saat itu, camat Mesuji, dan pihak perusahaan.
    Yang menjadi penyebab akhirnya menjadi konflik antar warga dengan perusahaan apa?Yang menjadi penyebab konflik adalah plasma tersebut tidak ada realisasi, tidak diserahkan kepada masyarakat secara baik. Jadi selama lima tahun itu tidak ada proses negosiasi dan akhirnya ada juga dikeluarkan oleh perusahaan tanggal 26 Januari 2002 setelah adanya persoalan mungkin ditengah jalan, itu surat kompensasi pergantian daripada lahan tersebut, nilai yang tertera. Jadi selama 10 tahun GM-nya,  yaitu A.M Vincent saat itu yang  menandatangani tanggal 26 Januari 2002 bahwa perusahaan akan memberikan kompensasi selama 10 tahun kepada pemohon plasma desa itu, kepada petani yang memiliki 534 surat tersebut, 1.068 hektar kalau bicara luasnya.
    Ini kemudian yang berujung pada konflik warga? Itu terjadi kapan?Iya. Sebenarnya tuntutan masyarakat ini sudah berlangsung terus, tetapi mengacu kepada 2010 itu masyarakat sudah mulai melalui koperasi yang dibangun sudah mengajukan surat kepada pihak perusahaan, kepada pihak pemerintah, kepada DPR RI, juga kepada DPD OKI, itu untuk menyelesaikan persoalan ini.
    Bentrokan terjadi pada april lalu?Pada tahun 2010 antara bulan sepuluh atau sebelas masyarakat mulai menduduki, setelah ada negosiasi yang difasilitasi oleh pemerintah. Saat itu pihak pemerintah, DPR masuk ke lahan di area PT. TM/ SWAitu juga pihak perusahaan datang beserta masyarakat, ada negosiasi tentang itu. Setelah negosiasi itu, besoknya masyarakat menduduki lahan yang dituntut sebanyak 633 hektar yang diduduki itu.
    Setelah bentrokan itu, apakah sudah ada penyelesaian baik secara hukum maupun lahannya itu?Yang disayangkan itu kenapa sampai terjadinya namanya korban jiwa. Jadi di bulan April itu, perusahaan sebelumnya sudah menurunkan PAM Swakarsa, tanggal 11 ada warga Sungai Sodong, dari desa itu ingin keluar untuk membeli rondak, ditengah jalan jam sebelas ditemukan masyarakat sudah dalam kondisi mengenaskan. Ternyata informasi itu dilakukan oleh pihak keamanan PT, fakta itu masyarakat ketakutan karena melihat kondisi korban itu, informasi terjadi pembalasan atau penyerangan dari beberapa desa.
    Bagaimana kondisi terakhir di sana sampai saat ini?Kondisi terakhir, setelah melihat tayangan lagi yang keluar informasi dari mass media ini justru makin membuat masyarakat resah juga. Karena terlihat bahwa kelihatannya isu itu masyarakat akan ditangkap karena kejadian pembalasan kepada pihak PT.

http://www.kbr68h.com/berita/wawancara/16618-inilah-kronologis-kasus-mesuji-sumsel-versi-warga-

FOTO SUPORTER FUTSAL

Ini adalah foto solidaritas suporter MAN Maguwoharjo pada saat team futsal mengikuti turnamen Rektor Cup di UII